Standarisasi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia

Perguruan Tinggi Islam di Indonesia memiliki keunikan tersendiri melihat sisi historis dan perkembangannya. Secara historis Perguruan Tinggi Islam yang semula bernama STI  (Sekolah Tinggi Islam) memiliki keinginan untuk bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, mempersatukan umat Islam sebagai penyeimbang dari pengaruh barat. Pengaruh modernisasi Muhammad Abduh sangat kuat dan mengilhami berdirinya perguruan tinggi Islam yang lebih modern cara-cara pengajarannya sebagai kritik dari model pengajaran di Mesir saat itu.
Konsep perguruan tinggi Islam sendiri dikenal dengan nama al-Jami’ah yang berasal dari al-Jam’u yang berarti berkumpulnya para cendekiawan muslim dari berbagai tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan nya. Mirip dengan konsep Universitas yang diserap dari Uni +Versity yang berarti tempat bergabungnya para ilmuwan dari berbagai macam daerah.
Makna al-Jami’ah sendiri bisa diartikan sebagai tempat mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu umum.
Melihat beberapa fenomena diatas, maka perguruan tinggi Islam harus memiliki semangat untuk memadukan antara ilmu agama dan ilmu umum. Walhasil ketika berbicara tentang standarisasi perguruan tinggi Islam.  Pertama yang harus dilakukan adalah mendefinisikan kualitas perguruan tinggi Islam yang diharapkan. Memaknai harapan itu salah satu pendekatan yang dilakukan adalah dengan melakukan kajian  analisis sejarah. Karenanya standar yang harus muncul dalam konsep perguruan tinggi Islam adalah “Standar Integrasi”, kiranya standar ini yang menjadi distingsi dengan standar perguruan tinggi lainnya.
Wallahu a’lam bi al-Sawab 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar